MAKNAI KEHIDUPAN

kehidupan yang kita jalani adalah kehidupan fana maka jangan lah kau melupakan kehidupan selanjutnya.

hiduplah seperti pohon teman

pernahkah anda berfikir pohon itu baik....semua yang di punya berguna.

catur

sebuah kehidupan pasti perlu suatu strategi yang matang...matangkan lah diri anda untuk kehidupan mu.

bermimpi lah kawan

karna mimpi adalah transportasi masa depan.

berbahagialah teman

nikmati hidupmu selagi engkau bebas dari bangku meja tulis...bersiap untuk kenyataan.

Selasa, 06 Januari 2015

PASAR MODAL EFISIAN



Pada umumnya, situasi pasar modal efisien  menunjukkan hubungan antara harga pasar dan bentuk pasar. Pengertian harga pasar dalam hal ini adalah harga saham yang ditentukan dan dibentuk oleh mekanisme pasar modal.
Efisiensi pasar modal ditentukan oleh seberapa besar pengaruh informasi yang relevan, yang dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan investasi. Dengan melihat latar belakang yang berbeda, maka tingkat efisiensi pasar modal pada beberapa negara juga akan berbeda.
Alasan untuk menjelaskan pasar modal tidak efisien, antara lain kurangnya pengungkapan informasi keuangan yang diminta, serta kepatuhan terhadap standar akuntansi yang berterima umum. Oleh karena itu, kondisi pasar sempurna (perfect market) tidak akan pernah dicapai oleh pasar yang paling efisien disuatu negara. Disisi lain, pasar modal efisien merupakan alat (tools) guna mengoperasikan gagasan perfect market, dengan maksud agar para pelaku pasar dapat menyesuaikan diri, dalam rangka mengambil keputusan. Hal ini tentu saja sangat membantu dan mempunyai arti sangat penting dalam menjalankan mekanisme pasar bebas. Jadi,  dapat disimpulkan bahwa pasar modal efisien menunjukkan suatu tingkatan.

A.    BENTUK EFISIENSI PASAR
Bentuk efisiensi pasar ditentukan oleh informasi yang tersedia. Informasi yang tercermin dalam harga saham akan menentukan bentuk pasar efisien yang dapat dicapai. Tentu saja tingkatan efisiensi ini, tidak semata-mata merupakan kinerja suatu perusahaan sendiri, atau kinerja lembaga keuangan, BAPEPAM, Pemerintah, ataupun kinerja lembaga lainnya, akan tetapi merupakan kinerja keseluruhan pelaku pasar modal yang secara bersama-sama mendukung rekayasa sistem bunga menciptakan pasar efisien. Secara teoritikal dikenal tiga bentuk pasar modal yang efisien, yaitu:

1.      Hipotesa Pasar Efisien Bentuk Lemah (The Weak Form Efficient Market Hypothesis)
Adalah suatu pasar modal  dimana harga saham merefleksikan semua informasi harga historis. Harga saham sekarang dipengaruhi harga saham masalalu lebih lanjut informasi masalalu dihubungkan kepada harga saham untuk membantu menentukan harga saham sekarang. Kadang-kadang harga saham akan menguatkan pada harga tertentu dikarenakan kekuatan lain. Sebagai contoh, harga saham tampak mengalami kenaikan setiap awal bulan dan turun pada akhir bulan. Jadi, pada pasar modal bentuk efisien bentuk lemah, harga saham mengikuti kecenderungan tersebut, dan menggunakannya untuk menentukan harga saham.

2.      Hipotesa Pasar Efisien Bentuk Setengah Kuat (Semi Strong Form Efficient Market Hypothesis)
Harga saham pada suatu pasar modal menggambarkan semua informasi yang di publikasi sampai ke masyarakat keuangan, tujuannya adalah untuk meminimalkan ketidaktahuan mengenai operasi perusahaan, dan dimaksudkan untuk menjelaskan dan menggambarkan kebenaran nilai dari suatu efek yang telah dikeluarkan oleh suatu institusi. Jenis informasi yang dipublikasikan termasuk semua informasi dalam laporan keuangan, laporan tahunan, atau informasi yang disajikan dalam prospektus, informasi mengenai posisi dari perusahaan pesaing, maupun harga saham historis. Singkat kata, semua informasi yang relevan dipublikasi menggambarkan harga saham yang relevan.

3.      Hipotesa Pasar Modal Efisien Bentuk Kuat (Strong Form Efficient Market Hypothesis)
Pasar modal yang efisien dalam bentuk kuat merupakan tingkat efisiensi pasar yang tertinggi. Konsep pasar efisien bentuk kuat mengandung arti bahwa semua informasi direfleksikan dalam harga saham, baik informasi yang dipublikasikan maupun informasi yang tidak dipublikasikan (non public atau private information). Private information adalah informasi yang hanya diketahui oleh orang dalam dan bersifat rahasia karena alasan strategi. Bentuk pasar semacam ini akan sulit dicapai, bahkan di negara maju sekalipun.

Pada pasar bentuk kuat berarti sudah mencapai efisiensi bentuk yang sempurna, karena dalam pasar efisien ini mencakup semua informasi, baik itu informasi historis, informasi yang dipublikasikan maupun informasi yang belum diketahui.


B.     KARAKTERISTIK EFISIENSI PASAR
Menurut kualifikasi pada pasar modal efisien, efisiensi pasar menunjukkan suatu tingkatan. Tingkatan-tingkatan karakteristik suatu pasar efisien juga akan bervariasi dari suatu pasar modal ke pasar modal yang lain.
Berikut adalah beberapa karakteristik pasar modal efisien secara umum:
1.      Harga saham akan merefleksikan secara cepat dan akurat terhadap semua bentuk informasi baru.
2.      Harga saham bersifat random, jadi harga tidak mengikuti beberapa kecenderungan dan informasi masalalu dan tidak digunakan untuk menentukan kecenderungan harga.
3.      Saham-saham yang menguntungkan (profitable) tidak mudah untuk di prediksi. Jadi, para analisis dan investor mempunyai kesiapan informasi penting dalam menentukan harga saham. Disamping itu, mereka tidak menggunakan informasi publikasi untuk memprediksi return atau profit dari pasar modal.


C.     PENGUJIAN EFISIENSI PASAR
Ide dari pengujian pasar yang efisien dituangkan dalam suatu hipotesis yang disebut dengan hipotesis pasar efisien (HPE) atau efficient market hypothesis (EMH). Untuk mengetahui kebenaran dari hipotesis ini, maka perlu dilakukan pengujian secara empiris untuk masing-masing bentuk efisiensi pasar.
Pengujian efisiensi pasar dibagi menjadi tiga kategori yang dihubungkan dengan bentuk-bentuk efisiensi pasarnya sebagai berikut ini :
1.                  Pengujian-pengujian bentuk lemah (weak-form test) atau pengujian-pengujian terhadap pendugaan return (tests for return predictability), yaitu seberapa kuat informasi masa lalu dapat memprediksi return masa depan. Jika Hipotesis Pasar Efisien benar, maka perubahan harga sekuritas masa lalu tidak berhubungan dengan harga sekuritas sekarang, sehingga tidak dapat digunakan untuk memprediksi harga atau return dari sekuritas. Hipotesis untuk menguji bentuk lemah ini berhubungan dengan hipotesis langkah acak (random walk hypothesis). Jika harga-harga mengikuti pola langkah acak (random walk), maka perubahan harga dari waktu ke waktu sifatnya adalah urandom atau acak yang independen. Ini berarti bahwa perubahan harga hari ini tidak ada hubungannya dengan perubahan harga kemarin atau hari-hari sebelumnya. Pengujian dari efisiensi pasar bentuk lemah ini dapat dilakukan dengan cara pengujian statistik atau dengan cara pengujian menggunakan aturan-aturan perdagangan teknis (technical trading rules). Kedua cara ini akan dibahas berikut ini :

a.       Pengujian secara statistik
Pengujian secara dapat dilakukan dengan menguji independensi dari perubahan-perubahan harga-harga sekuritas. Pengujian statistik yang banyak dilakukan untuk pengujian independensi adalah pengujian hubungan variabel dengan menggunakan korelasi serial atau regresi linier dan pengujian run (run test).

b.      Pengujian secara aturan perdagangan teknis
Untuk pasar yang tidak efisien bentuk lemah, pergerakan return atau harga sekuritas dari waktu ke waktu dapat mempunyai pola yang tertentu. Pola yang terjadi dapat berupa bentuk linier atau bentuk cyclical. Jika memang pola seperti ini dapat terjadi, maka investor dapat menggunakannya sebagai strategi perdagangan untuk mendapatkan keuntungan berlebihan. Salah satu strategi perdagangan yang memanfaatkan pola perubahan harga sekuritas ini adalah strategi aturan saringan (filter rule). Strategi aturan saringan ini merupakan strategi waktu (timing strategy), yaitu strategi tentang kapan investor harus membeli atau menjual suatu sekuritas. Dengan strategi ini, investor akan menjual sekuritas jika harga dari sekuritas meningkat melebihi batas atas yang sudah ditentukan dan menjualnya jika harganya turun lebih rendah dari batas bawah yang sudah ditentukan. Harga sekuritas yang berada diantara dua batas ini dianggap masih merupakan harga sekuritas yang wajar (fair price) yang sekuritasnya belum perlu dibeli atau dijual.

2.                  Pengujian-pengujian bentuk setengah kuat (semi-strong-form tests) atau studi-studi peristiwa (event studies), yaitu seberapa cepat harga sekuritas merefleksikan informasi yang dipublikasikan. Studi peristiwa (event study) merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event study dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi dan dapat juga digunakan untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat. Pengujian kandungan informasi dan pengujian efisiensi pasar bentuk setengah kuat merupakan dua pengujian yang berbeda. Pengujian kandungan informasi dimaksudkan untuk melihat reaksi dari suatu pengumuman. Jika pengumuman mengandung informasi, maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Reaksi pasar ditunjukkan dengan adanya perubahan harga dari sekuritas bersangkutan. Jika pengujian melibatkan kecepatan reaksi dari pasar untuk menyerap informasi yang diumumkan, maka pengujian ini merupakan pengujian efisiensi pasar secara informasi bentuk setengah kuat. Pasar dikatakan efisien bentuk setengah kuat jika investor bereaksi dengan cepat untuk menyerap abnormal return untuk menuju harga keseimbangan yang baru. Jika investor menyerap abnormal return dengan lambat, maka pasar dikatakan tidak efisien bentuk setengah kuat secara informasi.

3.                  Pengujian-pengujian bentuk kuat (strong-form tests) atau pengujian-pengujian terhadap informasi privat, yaitu untuk menjawab pertanyaan apakah investor mempunyai informasi privat yang tidak terefleksi di harga sekuritas. Terdapat permasalahan dalam pengujian efisiensi pasar bentuk kuat. Permasalahannya adalah informasi privat yang akan diuji merupakan informasi yang tidak dapat diobservasi secara langsung. Oleh karena itu, pengujian ini harus dilakukan secara tidak langsung dengan menggunakan proksi. Proksi yang digunakan adalah return yang diperoleh oleh corporate insider dan return yang diperoleh oleh portofolio reksadana. Alasannya adalah corporate insider dan reksadana dianggap mempunyai informasi privat di dalam perdagangan sekuritas.

D.    Abnormal Return
Abnormal return adalah selisih antara tingkat keuntungan yang sebenarnya dengan tingkat keuntungan yang diharapkan. Abnormal return sering digunakan sebagai dasar pengujian efisiensi pasar. Pasar dikatakan efisien jika tidak satu pun pelaku pasar yang menikmati abnormal return dalam jangka waktu yang cukup lama. Akan tetapi, abnormal return dapat digunakan untuk melakukan penilaian kinerja surat berharga. Pada dasarnya ada beberapa model untuk menghitung abnormal return, di antaranya market model/single index model dan capital asset pricing model. Kedua model tersebut sulit dilakukan karena harus melakukan estimasi untuk beta, tingkat bunga bebas risiko dan return pasar. Persamaan Aggarwal et al. (1993) dapat digunakan untuk mempermudah perhitungan karena bagi perusahaan yang baru go public akan sangat sulit menentukan beta yang tepat.
Dalam keuangan, abnormal return merupakan perbedaan antara pengembalian yang diharapkan keamanan dan kembali aktual. Abnormal return kadang-kadang dipicu oleh "peristiwa". Misalnya mencakup merger, pengumuman dividen, pengumuman perusahaan produktif, meningkatkan suku bunga, tuntutan hukum, dll semua yang dapat berkontribusi ke abnormal return. Kegiatan di bidang keuangan biasanya dapat diklasifikasikan sebagai kejadian atau informasi harga yang belum atau sesudahnya ada di pasar keuangan.
Abnormal return kumulatif atau CAR (Cumulative Abnormal Return), merupakan jumlah dari semua pengembalian yang abnormal. Pengembalian kumulatif abnormal biasanya dihitung atas jendela kecil, sering hanya beberapa hari . Hal ini karena terbukti dan telah menunjukkan bahwa compounding kembali normal setelah memberikan hasil yang jelas.

Hits Iko Uwais Jadi Aktor Utama di Film Star Wars VII?

Iko Uwais, Yayan Ruhian, dan Cecep Arif Rahman dikabarkan bakal tampil dalam film Star Wars VII: The Force Awakens.

Kabar gembira datang bagi para pecinta film di Indonesia. Pasalnya trio The Raid Indonesia dikabarkan akan ikut serta dalam film ketujuh Star Wars yang berjudul Star Wars: The Force Awakens.
Kabar tersebut pun langsung mendapat sorotan publik terutama para pengguna jejaring sosial. Terlihat dalam linimasa Twitter, para onliner menanggapi kabar tersebut dengan baik. Berbagai ciapan terkejut dan mendukung pun diutarakan onliner melalui akunnya. Adapula ciapan yang langsung ditujukkan untuk akun pribadi @iko_uwais dan @YayanRuhian.

postingan ulang : Citizen6, Jakarta

Kepercayaan popular "MAKNA KEHIDUPAN"


Ramai orang mempercayai bahawa makna hidup adalah untuk:
  • mengumpulkan harta kekayaan;
  • memajukan perkembangan manusia yang semula jadi, ataupun menyumbang kepada takung gen manusia;
  • memajukan evolusi teknologi, ataupun giat dalam pengembangan manusia kemudian hari;
  • bersaing atau bekerjasama dengan orang lain;
  • membunuh untuk mempertahankan diri atau sebaliknya, mengamalkan ketidakganasan dan ketidaktentangan;
  • menunjukkan belas kasihan;
  • memperoleh atau menggunakan kuasa;
  • memberi atau menerima kasih sayang;
  • mempelajari atau mencari kesedaran;
  • meninggalkan pusaka, seperti karya atau buku;
  • berhidup secara damai dengan orang lain dan berharmoni dengan alam semula jadi;
  • melahirkan anak-anak melalui pembiakan seks;
  • memburu idaman, impian ataupun takdir;
  • memahami, berbaik dengan, ataupun mencapai perpaduan dengan orang lain;
  • mencari hakikat, pengetahuan, pemahaman ataupun kebijaksanaan;
  • mencari dan memperoleh sifat baik, atau hidup dalam kemuliaan;
  • mencari dan memperoleh keindahan;
  • mencari kebebasan, baik dari segi fizikal, mental, kewangan ataupun rohaniah;
  • mencari kebahagiaan dan berkembang maju, mengalami nikmat atau meraikan;
  • berkhidmat kepada orang lain atau melakukan perbuatan baik;
  • hidup sahaja sehingga mati (tiadanya tujuan umum ataupun firdausi, kewujudan tidak mempunyai makna lain selain daripada makna yang diberikan sendiri);
  • hidup, termasuk memburu keabadian melalui cara saintifik (sila lihat ekstensi hidup);
  • bertugas untuk keadilan dan demokrasi;
  • menyembah, menjadi hamba Tuhan ataupun untuk mencapai penyatuan dengan Tuhan; ataupun
  • penggabungan unsur-unsur di atas.
Yang dipersetujui oleh ahli-ahli sains dan ahli-ahli falsafah tentang makna hidup adalah anggapan bahawa selok-belok hidup (iaitu alam semesta) dapat ditentukan. Oleh sebab itu, makna hidup boleh diperolehi melalui pemahaman selok-belok alam semesta, termasuknya selok-belok badan manusia. Walau bagaimanapun, sebenarnya tiada pandangan saintifik mengenai maksud hidup biologi selain daripada fungsi biologi yang dapat dilihat, yakni untuk meneruskan dan membiak diri. Dalam hal ini, sains cuma menanyakan soalan-soalan kuantitatif seperti: "Apakah yang dibuat?" "Dengan cara apa?" serta "Sejauh mana?" dan bukannya "Bagi tujuan apa?"
Akan tetapi, sesama dengan falsafah, sains menghadapi kelima-lima tafsiran tentang maksud hidup secara langsung, dan mencuba menjawab setiap soalan dari segi apa-apa yang wujud ataupun perhubungannya dengan manusia (iaitu merupakan tujuan sains).
Oleh sebab ini, persoalan "Apakah asalnya hidup?" telah menghasilkan Teori Dentuman Besar dan Teori Evolusi yang menerangkan dari mana datangnya alam semesta, matahari, planet dan manusia, akan tetapi ia tidak dapat lagi menerangkan asalnya bentuk hidupan mikroskop yang pertama. Sebilangan ahli sains menganggap bahawa hidup di bumi bermula apabila kilat, komet atau meteor ataupun peristiwa kemalangan yang lain menimpa dan menyebabkan sekumpulan sebatian organik bergabung untuk menjadi sel primitif. Sel ini boleh membiak dan kemudiannya berkembang menjadi bentuk-bentuk hidupan yang lebih tinggi. Berdasarkan teori-teori yang sama ataupun lebih kurang sama, sebilangan ahli falsafah telah mengatakan bahawa oleh sebab hidup adalah kebetulan sepenuhnya, kita tidak boleh menjangka bahawa hidup mempunyai makna apa-apa selain daripada pengekalan diri melalui pembiakan.
Bagi menjawab persoalan "Apakah sifatnya hidup (dan alam semesta kita)?", ahli sains telah mengemukakan pelbagai teori ataupun pandangan dunia sejak beberapa abad dahulu, termasuknya pandangan heliosentrik Nicolaus Copernicus dan Galileo Galilei, alam semesta mekanik lancar Renes Descartes dan Isaac Newton, Teori Kerelatif Am Albert Einstein serta Teori Camuk Benoit Mandelbrot, untuk memahami alam semesta kita. Pada waktu yang sama, ramai ahli sains dalam bidang biologi dan perubatan telah membedah mayat manusia secara terperinci untuk memperolehi kefahaman sifat hidup biologi.
Persoalan "Apakah maksud hidup?" telah menumpukan perhatian ahli-ahli sains kepada persoalan maksud serta bagaimana ia diperolehi dan dikemukakan (sila lihat semiotik). Soalan ini telah diperiksa dengan teliti dari segi perhubungan di antara hidup dengan persekitaran (alam semesta) dan sebaliknya. Oleh sebab itu, dari segi sains, maksud hidup merupakan "apa itu hidup", "apakah yang dibuatnya", dan "mengapa ia membuat begitu".
Soalan-soalan "Apakah yang bernilai dalam hidup?" dan "Apakah tujuan hidup (seseorang) merupakan perkara pokok sains-sains sosial. Soalan-soalan sebegini telah diperiksa dengan teliti oleh ahli-ahli sains setiap hari dari segi bentuk-bentuk hidupan yang dikaji dalam pencubaan untuk menerangkan kelakuan dan interaksi manusia (termasuk juga setiap jenis haiwan). Penyelidikan nilai telah menghasilkan bidang Ekonomi dan Sosiologi. Penyelidikan motif (yang membayangkan apa yang bernilai bagi seseorang) dan persepsi nilai merupakan perkara bidang Psikologi.

Minggu, 21 Desember 2014

contoh CV (curriculum vitae) "sederhana"

CURRICULUM VITAE

DATA PRIBADI
Nama                     : Angga septian
Tempat/tgl lahir    : Banyumas, 03-09-1992
Agama                   : islam
Jenis kelamin         : laki-laki
Alamat                  : Desa tambakan RT 10 RW 05. Kec,Ajibarang kulon
Kost                       : Grendeng.  Jln  Cendrawasih , gn kenari
                                    RT 03 RW 07 (kost mbah narwi)

CONTACT PERSON
HP                          : 085347180146
e-mail                       : anggaiest@gmail.com
fb                            : angga iest padabaen luactrack


LATAR BELAKANG PENDIDIKAN

SD                             : MI'MA ARIF NU 1  AJIBARANG KULON (2004)
SMP/SLTP                : SMP NEGERI 1 DEDAI (2008)
SMA /SLTA              : SMA NEGERI 1 SUNGAI TEBELIAN (2012)
       perguruan tinggi         : UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN / UNSOED 
                                          (dalam masa     perkuliahan )
                                         ‘’D3 administrasi keuangan’’

SKILL
microsoft office       :
1.       microsoft WORD
2.       microsoft EXCEL
PENGALAMAN KERJA

·         tenaga bantu DEVISI VI  PT. WAHANA PLANTATION AND PRODUCT (WPP)


TENTANG ANGGA SEPTIAN
Saya adalah typical orang yang bekerja keras, sungguh-sungguh apabila dalam bekerja dan menyenangi pekerjaan yang saya kerjakan. Selain itu , saya juga typical orang mudah bergaul dan membaur  dalam ruang lingkup pekerjaan atau pun masyarakat. Saya sendiri, bisa bekerja di dalam suatu kelompok kerja   (team work) atau individual (individu work). saya lebih senang jika bekerja di bagian pelayanan public (public service). Karena saya seseorang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi dan murah senyum.

ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN



ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
I.   Elastisitas Permintaan.
Elastisitas permintaan=Ukuran kuantitatif yang menunjukkan perubahan kuantitas permintaan suatu barang sebagai akibat dari perubahan harga.
Berikut ini disajikan contoh kasus perubahan dua kurva penawaran sebagai akibat dari perubahan harga.
















Dengan permintaan yang agak landai, pergreseran kurva penawaran (supply curve) menyebabkan perubahan harga yang sedikit dan perubahan kuantitas yang lebih besar. Perusahaan dapat meningkatkan produksi dan penjualan dengan terjadinya perubahan harga.
Dengan permintaan yang agak curam, pergreseran kurva penawaran (supply curve) menyebabkan perubahan harga yang besar dan perubahan kuantitas yang lebih kecil. Perusahaan tidak mungkin meningkatkan produksi dan penjualan dengan terjadinya perubahan harga, karena hasil penjualannya

Koefisien Elastisitas Permintaan Harga
Elastisitas= perubahan persentase dari variable tidak bebas sebagai akibat dari perubahan 1 persen dari variable bebas.
Elastisitas merupakan presentase perubahan dari variable terikat (Y) sebagai akibat dari 1 persen perubahan variable bebas (X).

Elastisitas =

1.   Elastisitas Titik dan Busur.

Elastisitas dapat diukur dengan dua cara:

a). Elativitas Titik mengukur elastisitas titik tertentu pada statu fungís. Konsep ini digunakan untuk mengukur pengaruh terhadap variabel terikat (Y) sebagai akibat dari perubahan yang sangat kecil dari variabel bebas (X). Meskipun konsep elastisitas titik ini dapat memberikan estimasi pengaruh yang akurat terhadap Y sebagai akibat dari perubahan (kurang dari 5 persen) dari variabel bebas (X), tapi konsep ini tidak digunakan untuk mengukur pengaruh terhadap Y sebagai akibat dari perubahan dari variabel bebas (X) dalam skala besar.

Elastisitas Titik = εX =

                                    =  = x

Elastisitas Titik = εX =  x

Contoh.
P1 = Rp 4.000 Q1 = 10.000 kg
P2 = Rp 3.000 Q2 = 15.000 kg
εX =x  = x = -5 x 4/10 = -20/10 = -2
Penurunan harga sebesar 1% menyebabkan kenaikan permintaan sebesar 2%. Jika harga turun 25 % yakni (75%*Rp 4.000 =Rp 3.000) menyebabkan kenaikan permintaan 50% yakni (1,5 * 10.000 kg = 15.000kg)


b). Elastisitas Busur digunakan untuk mengukur pengaruh perubahan terhadap variabel terikat (Y) sebagai akibat dari perubahan dalam skala besar dari variabel bebas (X). Jadi elastisitas ini mengukur elatisitas rata-rata dalam interval suatu fungsi tertentu.

E = Elastisitas busur =  = =   = x

Contoh.
P1 = Rp 4.000 Q1 = 10.000 kg
P2 = Rp 3.000 Q2 = 15.000 kg
E = Elastisitas busur         =  = =   = x
=-5 x 0,28
                                                = -1,4
2.   Elastisitas pada Kurva Permintaan.
P
Q
1000
2000
800
4000
600
6000
400
8000
200
10000


P1=Rp 1.000   Q1=2.000
P2=Rp    800   Q2=4.000
E = Elastisitas busur         =   x  = x
= 10 x 0,3
                                                = 3
P
Q
Ed
1000
2000



3
800
4000



1,4
600
6000



5/7
400
8000



1/3
200
10000


Jenis permintaan berdasarkan nilai elastisitas:
a)    Permintaan elastis tidak sempurna (elastisitas bernilai nol) yaitu perubahan harga tidak merubah permintaan barang.


 










Contoh Perusahaan yang memonopoli air

b)    Permintaan elastis sempurna (elastisitas bernilai tak hingga) menggambarkan produk yang sangat peka terhadap perubahan harga


 










Contoh Perusahaan yang bersaing secara ketat seperti pengecer

c)    Permintaan elastis uniter (elastisitas bernilai satu) menggambarkan harga dan kuantitas produk yang diminta berubah dalam persentase yang sama dan saling mengkompensasi.

d)    Permintaan tidak elastis (elastisitas bernilai < 1) menggambarkan perubahan harga yang menyebabkan perubahan permintaan dengan proporsi yang lebih kecil


 








e)    Permintaan elastis (elastisitas bernilai > 1) menggambarkan perubahan harga yang menyebabkan perubahan permintaan dengan proporsi yang lebih besar


 







Faktor Penentu Elastisitas Permintaan
a)    Jumlah barang subtitusi yang tersedia di pasar
Suatu barang yang memiliki barang substitusi yang banyak akan memiliki permintaan yang elastis. Jika P naik, maka permintaan menurun dengan % yang lebih besar, karena konsumen akan membeli barang substitusi dan sebaliknya.

Suatu barang yang tidak memiliki barang substitusi (sedikit) akan memiliki permintaan yang tidak elastis. Perubahan harga tidak membawa dampak terhadap penurunan/kenaikan permintaan barang, karena pasar tidak menyediakan barang substitusi bagi konsumen.

b)    Potensi pendapatan yang dibelanjakan
Semakin besar bagian pendapatan yang digunakan untuk membeli suatu barang, maka semakin elastis permintaan terhadap barang tersebut.

c)    Jangka waktu analisis permintaan
Analisis permintaan terhadap suatu barang dalam jangka waktu yang relatif lama menjadikan permintaan terhadap barang tersebut bersifat elatis, karena pasar mengalami perubahan dalam waktu yang relatif lama.
Analisis permintaan terhadap suatu barang dalam jangka waktu yang relatif singkat menjadikan permintaan terhadap barang tersebut bersifat tidak elatis, karena pasar sulit mengalami perubahan dalam waktu yang relatif pendek.

Elastisitas Permintaan dan Hasil Penjualan (TR)
Elastisitas permintaan suatu barang mempengaruhi jumlah permintaan terhadap barang tersebut.
Hasil penjualan (TR) = Harga (P) x Kuantitas (Q)
a)      lεpl > 1 didifinisikan sebagai permintaan elastis. Misalnya lεpl = - 3,2 dan lεpl = 3,2. Permintaan elastis ini terjadi, jika perubahan kuantitas yang diminta lebih besar dari harganya, sehingga kenaikan harga dalam persentase tertentu menyebabkan kuantitas menurun dengan persentase yang lebih besar dan akhirnya menurunkan total pendapatan.
b)      lεpl = 1 didifinisikan sebagai elastisitas unitari. Misalnya lεpl = - 1 dan lεpl = 1. Elastisitas unitari merupakan situasi dimana perubahan persentase dalam kuantitas yang diminta dibagi dengan perubahan persentase dalam harga sama dengan -1, sehingga pengaruh perubahan harga diimbangi dalam jumlah yang sama dengan perubahan kuantitas yang diminta dan akhirnya total pendapatan tidak berubah.
c)       lεpl < 1 didifinisikan sebagai permintaan inelastis. Misalnya lεpl = - 0,5 dan lεpl = 0,5. Permintaan inelastis ini terjadi, jika kenaikan harga menyebabkan penurunan kuantitas yang diminta yang kurang proporsional dan akhirnya meningkatkan total pendapatan.

P
Q
Ed
TR
1000
2000

Rp 2.000.000


3

800
4000

Rp 3.200.000


1,4

600
6000

Rp 3.600.000


5/7

400
8000

Rp 3.200.000


1/3

200
10000

Rp 2.000.000

Permintaan elastis, penurunan harga menyebabkan TR naik dan kenaikan harga menyebabkan TR turun.
Permintaan tidak elastis, penurunan harga menyebabkan TR turun dan kenaikan harga menyebabkan TR naik.

Jenis Elastisitas Permintaan yang Lain
Selain harga, faktor yang yang mempengaruhi permintaan adalah harga barang lain dan pendapatan.

Elastisitas Permintaan Silang (Cross Price Elasticity of Demand) adalah perubahan permintaan terhadap suatu barang jika terjadi perubahan harga barang lain.


Elastisitas Titik = εc =



a)  Produk substitusi (substituted product) adalah produk yang saling terkait dimana kenaikan harga satu produk menyebabkan kenaikan permintaan terhadap produk yang lain. Produk A merupakan substitusi produk B. Jika PA naik, maka QB naik dan sebaliknya. Elastsitas harga untuk produk substitusi adalah positif.

b)  Produk komplementer (complement product) adalah produk yang saling melengkapi dimana kenaikan harga satu produk menyebabkan penurunan permintaan terhadap produk lain. Contoh kamera dan film. Elastsitas harga untuk produk substitusi adalah negatif.

c)  Produk tidak terkait (unrelated product) adalah produk yang tidak saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Elastsitas harga untuk produk substitusi adalah nol.

Elastisitas Permintaan Pendapatan (Income Elasticity of Demand) adalah perubahan permintaan terhadap suatu barang jika terjadi perubahan penapatan konsumen.


Elastisitas Titik = εy =

a)    Inferior goods adalah produk yang memiliki permintaan menurun, jika pendapatan meningkat. Misalnya produk generik dan layanan bus umum
b)    Normal/superior goods adalah produk yang memiliki permintaan dengan korelasi yang positif dengan pendapatan:

·         Noncyclical normal goods adalah produk yang permintaanya tidak dipengaruhi oleh perubahan pendapatan. Misalnya bioskop dan rokok
·         Cyclical normal goods adalah produk yang memiliki permintaan yang sangat dipengaruhi oleh perubahan pendapatan. Misalnya mobil, rumah dan perjalanan wisata.
Jenis Barang
Income Elasticity
Inferior goods
εI < 0
Noncyclical normal goods
 0 < εI < 1
Cyclical normal goods
εI > 1


II. Elastisitas Penawaran.

Elastisitas penawaran=Ukuran kuantitatif yang menunjukkan perubahan kuantitas penawaran suatu barang sebagai akibat dari perubahan harga.

Elastisitas Penawaran (Es) = =

=

Jenis elastisitas penawaran:
a)    Penawaran elastisitas sempurna


 









b)    Penawaran elastisitas tidak sempurna


 









c)    Penawaran  dengan elastisitas uniter


 









d)    Penawaran tidak elastis


 











e)    Penawaran elastis



 








Faktor Penentu Elastisitas Penawaran
a)    Sifat perubahan biaya produksi
Penawaran yang tidak elastis, jika kenaikan penawaran (supply) dilakukan dengan biaya produksi yang sangat tinggi.

b)    Jangka waktu analisis penawaran
Analisis penawaran terhadap suatu barang dalam jangka waktu yang relatif lama menjadikan penawaran terhadap barang tersebut bersifat elatis, karena perusahaan dapat melakukan perubahan baik harga, disain produk dan sebagainya.
Analisis penawaran terhadap suatu barang dalam jangka waktu yang relatif singkat menjadikan penawaran terhadap barang tersebut bersifat tidak elatis, karena perusahaan tidak mampu melakukan perubahan.
SOAL.
1.    Perhatikan table berikut:
TITIK
A
B
C
D
F
G
H
Px
6
5
4
3
2
1
0
Qx
0
20.000
40.000
60.000
80.000
100.000
120.000

a.  Tentukan elastisitas permintaan dari titik B ke D, dari titik D ke B, dan titik tengah antara B dan D.
b.  Tentukan elastisitas permintaan dari titik D ke G, dari titik G ke D, dan titik tengah antara D dan G.

JAWAB:
a.    BD = - = 5. DB =-=1. Antara BD (Titik C)= -=2